Sebenarnya kehilangan sesuatu atau musibah yang melanda membuatkan kita lebih bersyukur. Orang yang tidak kehilangan kurang faham erti syukur.
Kesusahan datang tanda makbulnya doa kita supaya kita lebih MENCINTAI Allah, supaya kita lebih tabah, supaya kita menjadi kuat, supaya kita lebih bersedia untuk melalui hidup yang
kita inginkan.
Seorang ibu atau bapa yang menyayangi anaknya, sanggup biarkan anaknya yang kecil terjatuh, sakit sedikit, dan terus membiarkannya demi untuk lihat mereka berjalan atau membesar.
Sedangkan ayah atau ibu itu berdiri dekat dengan mereka. Dia akan membiarkan kerana sayang. Tapi bila terlalu bahaya, ibu atau bapa tadi akan berlari untuk menyambutnya.
Begitulah bagi hambanya, Allah sangat dekat dengan kita. Segala kesusahan dan kehilangan demi untuk kita lebih berjaya dunia dan akhirat. Dia sangat DEKAT dengan kita.
KITA tidak pernah bersendirian dalam menghadapi sesuatu. Mungkin orang yang kita sayang tidak pernah faham masalah kita. Tapi Allah faham kita semua,lebih dari kita faham diri kita.
Itu sebabnya, orang yang pernah kehilangan, paling mengerti nilai yang ada padanya, dan dengannya paling mengerti indahnya bersyukur.
Apakah ada kebaikan yang sedang kita sia-siakan hari ini, yang akan diambil dari kita supaya kita belajar untuk mensyukuri dan berterima kasih kepada Allah?
Apakah kita sedang tidak menghayati nikmat kesihatan?
Apakah kita sedang mensia-siakan orang yang mencintai kita?
Apakah kita sedang mengeluhkan pekerjaan yang sangat diperlukan oleh banyak saudara kita yang sedang menganggur?
Apakah kita sedang membazirkan duit untuk kesenangan sementara sedangkan perkara paling utama ialah keredhaan Allah
Atau apakah kita sedang menggunakan mulut yang seharusnya untuk berdoa dan mengagungkan Allah digunakan untuk memaki, dan menunggu saat penyesalan – yaitu ketika azab Allah untuk orang yang tidak menjaga lidah mereka.
Kita tidak menghargai nikmat Allah sampai nikmat itu dicabut.
Inikan pula nikmat agama yang dikurniakan kepada kita. Bagaimana?
Wahai jin dan manusia nikmat aku yang manakah kamu dustakan
Marilah kita hidup ikhlas dalam kebaikan, dan mengutamakan bersyukur daripada mengeluh, dan mendahulukan usaha dan menangis kepada Allah dari menyalahkan orang lain -
Ya Allah jadikanlah kami orang yang lebih bersyukur, - benar-benar faham akan nikmatmu dan memahami semua ini - Ustaz ebit lew
Seorang ibu atau bapa yang menyayangi anaknya, sanggup biarkan anaknya yang kecil terjatuh, sakit sedikit, dan terus membiarkannya demi untuk lihat mereka berjalan atau membesar.
Sedangkan ayah atau ibu itu berdiri dekat dengan mereka. Dia akan membiarkan kerana sayang. Tapi bila terlalu bahaya, ibu atau bapa tadi akan berlari untuk menyambutnya.
Begitulah bagi hambanya, Allah sangat dekat dengan kita. Segala kesusahan dan kehilangan demi untuk kita lebih berjaya dunia dan akhirat. Dia sangat DEKAT dengan kita.
KITA tidak pernah bersendirian dalam menghadapi sesuatu. Mungkin orang yang kita sayang tidak pernah faham masalah kita. Tapi Allah faham kita semua,lebih dari kita faham diri kita.
Itu sebabnya, orang yang pernah kehilangan, paling mengerti nilai yang ada padanya, dan dengannya paling mengerti indahnya bersyukur.
Apakah ada kebaikan yang sedang kita sia-siakan hari ini, yang akan diambil dari kita supaya kita belajar untuk mensyukuri dan berterima kasih kepada Allah?
Apakah kita sedang tidak menghayati nikmat kesihatan?
Apakah kita sedang mensia-siakan orang yang mencintai kita?
Apakah kita sedang mengeluhkan pekerjaan yang sangat diperlukan oleh banyak saudara kita yang sedang menganggur?
Apakah kita sedang membazirkan duit untuk kesenangan sementara sedangkan perkara paling utama ialah keredhaan Allah
Atau apakah kita sedang menggunakan mulut yang seharusnya untuk berdoa dan mengagungkan Allah digunakan untuk memaki, dan menunggu saat penyesalan – yaitu ketika azab Allah untuk orang yang tidak menjaga lidah mereka.
Kita tidak menghargai nikmat Allah sampai nikmat itu dicabut.
Inikan pula nikmat agama yang dikurniakan kepada kita. Bagaimana?
Wahai jin dan manusia nikmat aku yang manakah kamu dustakan
Marilah kita hidup ikhlas dalam kebaikan, dan mengutamakan bersyukur daripada mengeluh, dan mendahulukan usaha dan menangis kepada Allah dari menyalahkan orang lain -
Ya Allah jadikanlah kami orang yang lebih bersyukur, - benar-benar faham akan nikmatmu dan memahami semua ini - Ustaz ebit lew


